Keuangan dan Bisnis

Terima Kasih Pandemi

covid 19

Hari begitu cerah, panas tapi tidak begitu terik jalanan pun tampak padat merayap seperti biasa, begitulah Jakarta setiap harinya. Orang begitu sibuk dengan aktivitasnya sampai kadang lupa makan, polusi yang tinggi tapi masih banyak yang tidak peduli menggunakan masker, para perokok masih merokok sembarangan dan junk food dimana-mana menjadi bagian kehidupan kami. IHSG sedang naik dan ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik bak kisah cinta Kapten Ri dan … . Kami sudah terbiasa makan gorengan berlapis plastik yang kinclongnya ngalahin kulit para artis korea yang sedang hits. Tiap penyakit pertamanya kami identifikasi sebagai masuk angin dengan obat yang sama yaitu minumannya orang pintar. Sampai suatu hari muncul sebuah makhluk asing yang kecil di sebuah negeri untuk menimba ilmu yaitu negeri cina. Bak monster dalam sebuah film makhluk ini langsung menginfeksi banyak manusia yang menyerang bagian pernafasan. Penyebarannya begitu cepat hingga membuat geger seluruh negeri Cina. Taiwan langsung menutup akses keluar masuk jalur dari Cina dan negara lain juga mulai waspada dengan berbagai antisipasinya. Kami masih santai dengan dalih daya tahan tubuh orang Indonesia yang sangat kuat bahkan sampai makhluk ini enggan hinggap. Semuanya kompak dengan seruan ini dan bahkan kami membuka pintu pariwisata sebesar-besarnya. Tapi semua itu berakhir ketika diumumkan ada 2 orang yang telah terinfeksi virus ini. Namanya Corona atau Covid 19, mereka membuat semua kehidupan di bumi ini kacau. Tidak seperti yang ditampilkan dalam Film-film holywood yang menampilkan pahlawan yang keren dengan berbagai macam senjatanya untuk membunuh musuh-musuhnya kali ini pahlawannya adalah para kaum rebahan serta dokter, perawat dan pegawai kesehatan lainnya.Dari opening yang kepanjangan ini saya cuma mau bilang terima kasih dengan situasi ini karena ada banyak hal yang berubah jadi lebih baik :

1. Kualitas Udara jadi lebih baik

foto jakarta saat psbb

Buruknya kualitas udara dibeberapa kota besar dunia sudah bukan menjadi rahasia umum. Kita yang di Jakarta sudah tahu betapa pekatnya langit Jakarta sebelum corona melanda, tetapi sekarang ini kita jadi bisa sering melihat langit yang berwarna biru. Udar jadi berasa lebih fresh.

2. Belajar Skill Baru

Memasak di kost

Banyak juga disaat pandemi ini yang mungkin belajar skill baru, kalau saya karena agak takut beli makanan dan agak susah juga jadi mencoba belajar memasak. Belajar dari youtube mulai dari keasinan sampai ga ada rasanya sama sekali pernah saya alami. Pengalaman yang seru sekali karena bisa mendapat skill untuk bertahan hidup

3. Berhemat 

Berhemat

Dimasa seperti ini kita mungkin harus berhemat dan saya sendiri karena WFH jadi bisa cukup berhemat ongkos transport dan makanan yang tadinya terbiasa beli sekarang jadi masak sendiri. Karena ga nongkrong dan kemana-mana juga pengeluaran jadi sangat berkurang dan bisa menabung lebih banyak. 

Tidak semua hal yang buruk pasti selalu buruk, selalu ada hal yang bisa kita ambil sisi baiknya. Semua hal selalu ada 2 sisi, makanya ada ayat yang berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal”, karena kita tidak tahu hal buruk yang terjadi mungkin akan mendatangkan kebaikan atau keberuntungan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *