Keuangan dan Bisnis

5 Jurus Melipatgandakan Uang Anda

melipatgandakan uang
melipatgandakan uang – source: detik

Setiap tahun para buruh selalu melakukan demo tentang kenaikan UMR (Upah Minimum Regional) dan kita para karyawan juga selalu menunggu-nunggu saat kenaikan gaji diawal tahun. Sebagian dari kita mungkin ada yang mendapat kenaikan gaji yang sesuai tapi sebagian lagi dibawah ekspektasi bahkan tidak sama sekali. Selain demo dan minta kenaikan gaji ke bos, sebenarnya masih ada beberapa cara lain untuk mendapatkan duit tambahan dari sisa-sisa penghasilan kita. Lebih tepatnya bukan sisa tapi bagaimana mengelola pendapatan kita supaya ada slot untuk dilipatgandakan (baca:investasi). Nah, daripada capek demo atau debat dengan HRD/Bos kita, yuk simak 5 jurus melipatgandakan uang berikut :

1. Deposito
bunga deposito
bunga deposito – image source : campaignlive

Deposito adalah produk dari bank yang memiliki bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa. Produk ini biasanya memiliki jangka waktu tertentu dimana nasabah tidak boleh menarik uangnya. Deposito baru dapat dicairkan setelah tanggal jatuh temponya, biasanya 1,3,6 dan 12 bulan. Semakin lama dan semakin besar kita mendepositokan uang, maka semakin banyak pula bunga yang akan didapat. Tetapi apabila kita mencairkan sebelum tanggal jatuh tempo maka akan diberikan penalti. Deposito merupakan bentuk investasi dengan resiko rendah dan cukup aman, rata-rata bunga deposito sekarang berada di kisaran 5-6,5% per tahun.

2. Reksadana
Reksadana
Reksadana – image source : alinea.id

Nah untuk reksadana ini merupakan salah satu produk investasi pasar modal yang dikelola oleh manajer investasi, reksadana bisa dibeli mulai dari Rp 100.000 dengan imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan dan deposito, serta minim resiko. Reksadana dibagi menjadi 4 yaitu reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Jadi duit kita direksadana itu diinvestasikan lagi kebeberapa produk investasi seperti saham, obligasi dll oleh manajer investasi dari sebuah sekuritas (lembaga seperti bank untuk mengelola reksadana). Untuk memulai investasi reksadana bisa dengan mendatangi sekuritas yang ada (bisa search sendiri di google sudah banyak artikelnya) atau dengan layanan reksadana online (ini juga banyak artikelnya), mudah bukan sekarang untuk mulai melipatgandakan uang kita.

3. Nabung Saham
nabung saham
nabung saham – image source : idx

Investasi yang satu ini pasti sudah sangat terkenal ya, bahkan ada seorang satpam yang untung ratusan juta dengan investasi ini dan masuk TV.  Bisa dikatakan juga bila kita memiliki saham atas perusahaan berarti kita juga menjadi pemilik perusahaan tersebut (mulai menarik dan menggiurkan bukan). Investasi ini memberikan imbal hasil yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya dan memiliki sifat high risk high return karena nilai saham kita bisa turun drastis sewaktu-waktu tetapi juga dapat naik dalam waktu yang singkat. Untuk itu kita perlu mempelajari investasi ini lebih lanjut agar tidak salah memilih saham yang akan kita beli. BEI (Bursa Efek Indonesia) sekarang juga sedang melakukan campaign untuk menabung saham yang bisa kalian cek di yuknabungsaham.idx.co.id. Ingat, untuk investasi ini kita tidak boleh sembarangan dan pastikan uang yang kita pakai bukan uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari melainkan uang yang sudah kita sisihkan untuk berinvestasi.

4. Emas
emas batangan
Emas batangan – image source : riau1.com

Emas merupakan salah satu jenis investasi yang paling tua dari jenis investasi lainnya, bisa dibilang sesepuh atau senior kali ya. Investasi ini sangat populer di masyrakat Indonesia, cukup banyak masyarakat kita yang membeli emas dalam bentuk perhiasan. Hal ini akan mengurangi nilai karat saat dijual kembali dibanding dengan membeli emas murni batangan. Emas cenderung cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk menjaga nilai uang kita agar tidak terkena inflasi. Pertanyaan kita, gimana cara nyimpennya? ntar kalau rumah kita kemalingan bagaimana? Gak usah kawatir kita bisa simpan emas itu dibank dengan cara menyewa atau jasa penyewaan safe deposit box di pegadaian.

5. Obligasi
obligasi
obligasi – image source : detik

Obligasi singkatnya adalah surat pernyataan hutang, jadi penerbit obligasi adalah yang ngutang lalu kita yang beli yang berpiutang. Dalam obligasi, ada jatuh tempo pembayaran utang berserta bunganya yang harus dibayarkan penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia umumnya berlaku 1 hingga 10 tahun. Saat ini obligasi dapat dikeluarkan pemerintah maupun swasta. Cara mendapatkan keuntungan dari obligasi ini adalah dari bunga atau hasil dari kenaikan harga ketika menjual obligasi ini kepada pihak lain. Tunggu dulu, obligasi ini juga ada resikonya kayak orang yang ngutang terus dia nggak sanggup bayar, jadi ada kemungkinan kita tidak mendapat keuntungan. Hal tersebut tidak berlaku untuk obligasi pemerintah karena terlindungi undang-undang. Jadi kalau mau aman belilah obligasi pemerintah, hitung-hitung bantu pemerintah juga karena selama ini sepertinya obligasi dari pemerintah dibeli oleh asing.

Sekarang sudah mulai tercerahkan bukan bahwa ternyata ada cara melipatgandakan uang tanpa harus melalui proses mistis. Kunci dari investasi adalah disiplin dan terus belajar. Semoga dengan membaca artikel ini kita bisa jadi lebih baik lagi dalam mengelola keuangan dan bisa melipatgandakan uang. Salam sukses untuk kita semua.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *